Penderita Virus Corona Tinggal Dekat Rumah Kapolri di Depok

ilustrasi 1 Penderita Virus Corona Tinggal Dekat Rumah Kapolri di Depok
Warga Depok Positif Corona (Foto: Shutterstock)

detakhukum.com, Depok – Dua warga Depok Jawa Barat positif tertular virus corona. Keduanya ibu dan anak. Penderita virus corona itu satu komplek dengan rumah Kapolri, Jenderal Idham Aziz.

Ia tinggal di dekat rumah kapolri di perumahan Studio Alam Indah, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Ia tertular virus corona dari warga negara (WN) Jepang saat mengikuti acara klub dansa di Jakarta pada 14 Februari 2020.

WN Jepang tersebut berdomisili di Malaysia. Setelah mengikuti acara klub dansa di Jakarta, dia kembali ke Malaysia dan dinyatakan positif Covid-19.

Dua hari setelah acara di klub dansa (16/2), warga Depok sakit dengan gejala batuk, sesak dan demam selama 10 hari.

Baca juga:  Pemkab Bogor Buka Lelang Jabatan Untuk Enam Kursi di Posisi Eselon II

Pada 26 Februari 2020, dia berobat ke RS Mitra Depok. Hasil diagnosa menunjukkan bahwa dia suspect virus corona dengan riwayat kontak kasus Covid-19 dari WN Jepang.

Pada 29 Februari 2020, dia dirujuk ke RSPI SS, tetapi kondisinya sudah membaik, tidak demam, namun masih batuk.

Pada 1 Maret 2020, dia diambil spesimen berupa nasofaring, orofaring, serum, dan sputum dan telah dikirim ke Litbangkes.

Senin, 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengonfirmasi bahwa ada dua warga negara Indonesia itu positif terjangkit virus Corona.

Dua orang tersebut berinteraksi dari WN Jepang yang sempat masuk ke wilayah Indonesia. WN Jepang itu diketahui positif virus Corona saat tiba di Malaysia.

Baca juga:  Bikin Bangga, Damkar Makassar Juara Umum Competition Tingkat Nasional

“Ternyata mereka (WN Jepang) yang terkena virus Corona berhubungan dengan 2 orang, ibu usia 64 tahun dan putrinya usia 31 tahun,” ucap Pak Jokowi di Istana Negara, Senin (2/3).

Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Saputra mengatakan, penderita virus corona itu adalah ibu dan anak. Usia sang ibu 61 tahun dan anaknya 31 tahun.

Rumah penderita virus corona itu telah diisolasi untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut. Ia juga sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

“Di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, di ruang khusus yang tidak terkontak dengan yang lain,” kata Terawan. (one/pojoksatu)