Bisnis  

Kisah Benjamin Graham: Investor Legendaris yang Dulu Hidup Sengsara

Benjamin Graham Kisah Benjamin Graham: Investor Legendaris yang Dulu Hidup Sengsara

Benjamin Graham terkenal sebagai bapak investor dunia karena memperkenalkan konsep Value Investing melalui bukunya The Intelligent Investor dan Security Analysis.

Tapi tahukah kamu, sebelum Benjamin Graham mencapai predikat itu, perjalanan hidup dan investasinya sungguh berliku-liku? Begini kisahnya.

Benjamin Graham lahir di London pada 8 Mei 1894 tapi keluarganya pindah ke New York ketika Graham berusia satu tahun.

Tidak lama kemudian ayahnya meninggal dunia dan keluarga Benjamin Graham yang awalnya hidup berkecukupan menjadi hidup pas-pasan.

Ibu Graham juga tidak berputus asa dan tetap mengelola usaha keluarga. Tapi karena minimnya pengalaman, usaha tersebut menjadi bangkrut.

Ibunya juga meminjam uang untuk membeli saham US Steel, tapi kehilangan seluruh uangnya ketika pasar saham jatuh pada tahun 1907. Bahkan Graham juga dihina oleh pegawai bank ketika hendak mengambil uang di bank.

Baca juga:  Biografi Susi Pudjiastuti, Mantan Menteri Jokowi Juragan Ikan dan Pesawat

Rentetan “kesialan” yang dialami oleh Benjamin Graham tidak membuatnya menjadi putus asa. Dia mendapatkan beasiswa di Columbia University dan lulus peringkat kedua dari atas.

Meskipun sempat ditawari menjadi dosen disana, Benjamin Graham menolaknya dan memilih bekerja di Wall Street, karena Benjamin Graham memang sedang berusaha untuk mengumpulkan uang.

Di Wall Street, ia bekerja dengan bayaran $12 per minggu dan kemudian perlahan mulai dipercaya untuk menulis analisa harian dan menganalisis perusahaan.

Setelah beberapa tahun, Graham diangkat menjadi mitra dan menghasilkan $500,00/tahun (setara $7-8juta sekarang)

Graham mendirikan perusahaannya sendiri

Tak cukup sampai disitu pada tahun 1926, Benjamin Graham mulai mendirikan perusahaan pengelolaan investasi bernama Graham-Newman Corp.

Baca juga:  Biografi Mark Zuckerberg, Perjalanan Kisah Facebook

Pada tahun 1929 terjadi The Great Depression yang membuat harga saham berguguran. Benjamin Graham pun kembali mengalami kegagalan dan kehilangan sebagian besar investasinya.

Tapi setelah crash 1929, Graham-Newman Corp konsisten bertumbuh dengan rata-rata 17%/tahun sampai Benjamin Graham pensiun. Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar saham Amerika yang sebesar 12% per tahun.

Di Graham-Newman Corp jugalah, Warren Buffet pertama kali bekerja untuk Benjamin Graham dan langsung belajar dari sang maestro.

Berdasarkan pengalamannya Benjamin Graham dan David Dood menulis buku Security Analysis dan untuk pertama kalinya memisahkan konsep Investasi dengan Spekulasi. Buku ini ditulis berdasarkan observasinya ketika terjadi crash 1929.

Lalu buku THe Intelligent Investor terbit yang sampai hari ini menjadi buku penting investor. Bukan soal metodenya, tapi soal prinsip-prinsip yang sampai hari ini justru semakin relevan.

Baca juga:  Biografi Atta Halilintar, Kisah Sukses Sang Raja Youtube Indonesia

Benjamin Graham juga mengatakan

Investor saham seharusnya punya pandangan bahwa mereka adalah pemilik bisnis dari saham yang mereka beli. Bukan hanya pedagang kertas yang nilainya naik turun.