Larry Page dan Sergey Brin, Sosok Pendiri Google yang Jadi Konglomerat Dunia

  • Bagikan
Larry Page Brin Larry Page dan Sergey Brin, Sosok Pendiri Google yang Jadi Konglomerat Dunia

Siapa yang tidak kenal dengan Google, raksasa teknologi yang menyandang status merek paling berharga kedua di dunia versi Forbes 2020. Berkat beragam layanan dan produknya tersebut, induk perusahaan Google yakni Alphabet Inc. mampu meraup laba bersih senilai US$34,34 miliar atau setara Rp488,17 triliun pada tahun fiskal 2019.

Tahu nggak, capaian tersebut setara dengan 17,81% dari APBN Indonesia 2020 loh! Begini nih kisah Larry Page dan Sergey Brin, dua sosok pendiri di balik kesuksesan Google.

Google Berawal dari Proyek Penelitian

Larry Page dan Sergey Brin, yang merupakan co-founder Google, pertama kali bertemu pada musim panas 1995. Saat itu, Page menjadi bagian dari sekelompok calon mahasiswa PhD baru Universitas Stanford dan Brin secara sukarela mengadakan tur keliling kampus dan sekitar kota San Francisco.

Google dimulai pada Januari 1996 sebagai proyek penelitian Page dan Brin. Sejumlah orang terlibat dalam tahap awal pengembangan Google.

Ide besar proyek itu adalah membuat mesin pencari yang lebih baik dengan menganalisis hubungan antar situs web. Kelak, algoritma ini disebut sebagai PageRank yang menentukan situs web mana paling populer.

Baca juga:  5 Kerajaan Bisnis Bob Sadino Yang Eksis Hingga Sekarang

Server Pertama Google dari Barang Bekas

Dengan dana yang terbatas, Page dan Brin membangun server Google menggunakan barang-barang bekas yang tidak terpakai dan mudah didapatkan, bukannya membeli perangkat khusus yang dijual perusahaan komputer dengan harga ratusan ribu dolar.

Pusat data pertama Google berada di kamar asrama Page dari suku cadang PC murah dan uang US$15.000 yang dipinjam melalui credit card. Karena keterbatasan dana, maka keduanya mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi mesin pencari mereka.

Para Investor Awal Google

Setelah menawarkan ide tentang Google ke beberapa investor, Page dan Brin akhirnya mendapatkan suntikan dana senilai US $100.000 dari Andy Bechtolsheim, co-founder Sun Microsystems, pada Agustus 1998.

Domain www.google.com sudah eksis sejak 15 September 1997, tapi Google baru mulai berbadan perusahaan pada 4 September 1998. Google pun juga berhasil meyakinkan 3 angel investor termasuk Bos Amazon Jeff Bezos untuk mengucurkan pendanaan senilai US $1 juta pada 31 Oktober 1998.

Dipandang sebagai Masa Depan Web

Pada akhir tahun 1998, Google memiliki indeks sekitar 60 juta halaman. Meski halaman beranda Google masih bertanda ‘BETA’, tetapi artikel di Salon.com telah menyatakan hasil pencarian Google lebih baik daripada pesaing seperti Hotbot atau Excite.

Baca juga:  Jakob Oetama Sang Legendaris, Pendiri Kompas Dan Gramedia

Google dipuji karena lebih inovatif secara teknologi daripada situs portal yang kelebihan muatan seperti Netscape, AOL.com, Go.com, MSN.com, bahkan Yahoo. Momen itu membuat Google dipandang sebagai ‘masa depan Web’, terutama oleh para investor.

Google Sempat Akan Dijual

Awal tahun 1999, Google sempat ditawarkan ke Excite. Page dan Brin menemui CEO Excite George Bell dan meminta membeli Google seharga US$1 juta, tapi Bell menolak tawaran itu.

Salah satu pemodal ventura Excite, Vinod Khosla, mengatakan duo itu bahkan menurunkan harga menjadi US$750.000, tetapi Bell masih menolaknya.

Banyak yang kemudian menilai menolak membeli Google adalah keputusan bodoh. Namun, Bell pada 2014 menyatakan kesepakatan itu berantakan karena Page ingin teknologi pencarian Excite diganti dengan Google, yang tidak disetujui Bell.

Menolak Tawaran Akuisisi dari Yahoo

Pada 2002, ketika Yahoo masih menjadi raksasa internet, mereka sempat ingin menguasai Google yang berkembang pesat. Yahoo bahkan bersedia membayar hingga US$3 miliar, jumlah uang yang tidak masuk akal untuk sebuah startup dengan pendapatan yang belum memuaskan. Namun Page dan Brin sedang tak berniat menjual Google.

Hanya 3 tahun setelah niat menggadaikan dengan mahar US$750.000, Google tumbuh menjadi entitas yang bernilai lebih dari 4.000 kali lipat dari harga tersebut.

Baca juga:  Profil Anthony Salim, Sosok Dibalik Suksesnya Indomie (Indofood)

Perkembangan Pesat Google

Setelah mendapat putaran pendanaan Serie A yang dipimpin modal ventura ternama Sequoia Capital dan Kleiner Perkins senilai US$25 juta pada 6 juni 1999, Perkembangan pesat terus dialami Google.

Google melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 19 Agustus 2004, Emiten berkode GOOGL itu meraup dana mencapai US$1,67 miliar, hasil dari 19,6 juta saham yang dijual dengan harga penawaran US$85 per lembar.

Tidak berhenti sampai disitu, sejumlah aksi akuisisi penting dilakukan Google. Misalnya seperti Android pada 2005, Youtube pada 2006, DoubleClick pada 2007, dan Motorola Mobility pada 2011 yang kemudian dilepas ke Lenovo pada 2014.

Alphabet menjadi perusahaan induk dari Google sejak 2015. Forbes The World’s Largest Public Companies 2020 mencatat Alphabet memiliki market value sebesar US$919,3 miliar atau setara Rp 13.142 triliun.

Larry Page dan Sergey Brin saat ini masuk dalam daftar 10 besar orang terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaires Index per 22 Desember 2020.

Page berada di urutan ke-7 dengan total kekayaan bersih US$81,2 miliar atau setara Rp1.157,38 triliun. Sementara Brin di urutan ke-10 dengan total kekayaan US$78,6 miliar atau setara Rp1.120,32 triliun. (landx)

  • Bagikan