Tekan Produksi Sampah di Makassar, Pemkot Kerjasama dengan Octopus

kerjasama pemkot makassar Tekan Produksi Sampah di Makassar, Pemkot Kerjasama dengan Octopus

detakhukum.com, Makassar – Produksi sampah di Kota Makassar saat ini berkisar 10 ton per hari, sementara sampah yang bisa didaur ulang tak sampai dari 10 persen. Kurangnya edukasi memilah sampah mana yang anorganik dan organik dinilai salah satu penyebabnya.

Upaya pemerintah Kota Makassar dalam menanggulangi hal itu, salah satunya yaitu bekerjasama dengan pihak Octopus. Sampah rumah tangga yang dinilai sudah tak berguna masih bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis.

Sampah plastik harian ini dapat dikonversi menjadi rupiah dengan berbagai insentif menarik untuk masyarakat maupun scavengers.

“Penyelamatan bumi harus serius ditangani, namun kebiasaan masyarakat yang membeli makanan kemasan juga masih belum bisa di redam. Olehnya itu, dengan cara reduksi diharapkan dapat menjadi solusi. Nah bagusnya jika dapat bernilai ekonomis,” kata Iqbal di Baruga Anging Mamiri, Selasa, (25/02/2020).

Baca juga:  Biaya SPP SMA dan SMK Negeri di Jabar Gratis Tahun Ini

Oleh karena itu, Iqbal sangat berharap agar para camat se-Kota Makassar dapat membantu program ini untuk meminimalisir sampah dan juga sebagai peningkatan taraf hidup masyarakat Makassar.

Octopus merupakan perusahaan daur ulang industri terpadu untuk menjadikan sampah plastik tersebut menjadi rupiah.

“Sampah rumah tangga seperti halnya botol kemasan dan kardus itu bisa dijadikan rupiah untuk membiayai kehidupan selanjutnya. Masyarakat hanya perlu download aplikasi Octopus lalu siapkan sampahnya dan klik aplikasinya agar dijemput oleh satgas Octopus,” kata CEO Octopus, Moehammad Ichsan.

CEO Octopus mengatakan, sampah non organik bisa dikumpulkan masyarakat sebagai user lalu akan dijemput oleh satgas Octopus yang disebut scavengers. Selanjutnya disetor ke unit untuk mengetahui jumlah poin yang didapatkan.

Baca juga:  Penderita Virus Corona Tinggal Dekat Rumah Kapolri di Depok

“Sampah yang sudah dijemput scavenger ini akan langsung masukkan oleh unit dan akan jelas terlihat jumlah poin yang didapatkan. Penilaiannya sendiri bukan dari beratnya sampah melainkan dari jumlah sampah itu sendiri. Botol plastik misalnya jika dikumpulkan 20 pcs maka poin yang didapat sebesar Rp 20,” tambah Ichsan.(*)