Pemkot Bogor Keluarkan Protokol Kesehatan Sholat Idul Adha, Penjualan dan Pemotongan Hewan Kurban

Kepala Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota Bogor Alma Wiranta ANTARA 1 Pemkot Bogor Keluarkan Protokol Kesehatan Sholat Idul Adha, Penjualan dan Pemotongan Hewan Kurban
Kepala Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota Bogor Alma Wiranta (ANTARA)
  1. Penyembelihan hewan kurban disarankan bergantian dengan memanfaatkan 4 hari Tasyrik.
  2. Tempat penyembelihan hewan kurban disemprot desinfektan sebelum dan sesudah pelaksanaan kurban.
  3. Pada tempat penyembelihan hewan kurban menerapkan personal hygiene dan physical distancing, menyediakan thermo gun, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, hand sanitizer, tempat untuk membuang limbah (Septik tank/dikubur) dan tidak membuang limbah ke aliran sungai.

Petugas Pemotong Hewan Kurban ;

  • Dalam kondisi sehat.
  • Jumlah petugas di lokasi dibatasi sesuai dengan luasan area pemotongan hewan kurban.
  • Diwajibkan menggunakan baju lengan panjang, membawa baju pengganti, masker, face shield, dan sarung tangan, serta panitia  menyediakan deterjen untuk merendam baju yang sudah dipakai setelah selesai proses pemotongan.
  • Dianjurkan untuk membawa peralatan pemotongan masing-masing (tidak saling meminjamkan alat).
  • Melakukan cuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah pelaksanaan pemotongan hewan.
  • Pada saat menangani daging atau jeroan tidak saling berhadapan dan tidak merokok.
  • Selesai pemotongan hewan kurban agar segera mandi, ganti baju, dan merendam baju dalam ember yang berisi detergen.
Baca juga:  Sejak Tiga Hari Beroperasi, Pengunjung Kebun Raya Bogor Masih Sepi

Pekurban disarankan tidak menghadiri pemotongan dan panitia memberikan layanan menyaksikan secara online adapun haknya diantarkan langsung oleh petugas. Jika hadir menyaksikan diberi tanda batas tempat berdiri dan menggunakan masker. Selain petugas pemotong hewan kurban dan pekurban, tidak diperbolehkan ikut menyaksikan proses pemotongan.

Pemasangan spanduk larangan bagi yang tidak berkepentingan hadir di lokasi pemotongan dan ada petugas yang menanganinya (POL PP/Linmas). Saat penyembelihan sampai dengan distribusi daging diusahakan berlangsung paling lama 8 jam, semakin singkat waktu proses kurban maka akan semakin kecil resiko terjadinya penularan Covid-19.

Panduan Protokol Kesehatan pada saat Distribusi Daging Kurban:

  1. Untuk menghindari kerumunan, Petugas/RT/Ketua Komplek mengantar daging kurban ke rumah-rumah warga yang berhak menerima.
  2. Potongan daging dikemas dalam besek atau wadah yang bersih serta terpisah dari jeroan, dianjurkan menggunakan kantong atau wadah yang ramah lingkungan.
  3. Penanganan daging, jeroan, dan pendistribusiannya harus selesai dalam waktu 4 jam setelah proses penyembelihan.
  4. Jika lebih dari 4 jam, maka daging dan jeroan harus disimpan dalam kondisi dingin (0-4 derajat celcius) atau dibekukan (-18 derajat celcius).
Baca juga:  Disperindag Pantau Harga Kebutuhan Pokok Di Dua Pasar Tradisional Di Kota Bogor, Ini Hasilnya

“Untuk pengawasannya kami meminta penjual dan petugas pemotong hewan kurban melapor ke lurah dan lurah memerintahkan RW Siaga untuk memantau masjid atau tempat penyembelihan hewan kurban agar menerapkan protokol kesehatan sesuai surat edaran. Untuk pengawasan hewan kita bekerja sama dengan PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia),” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Anas S. Rasmana.