Cara Skala Prioritas Menolong Keuangan yang Terbatas

  • Bagikan
Menolong Keuangan Cara Skala Prioritas Menolong Keuangan yang Terbatas

Kadang, apa yang diinginkan bukan yang kita butuhkan. Sayangnya, kita suka terjebak dalam kebingungan antara kebutuhan dan keinginan.Sebenarnya kebutuhan adalah sesuatu yang sederhana. Yang rumit itu, memenuhi keinginan.

Itulah mengapa kita perlu menyusun skala prioritas dalam keuangan. Meskipun begitu, susunan skala prioritas gak sama untuk setiap orang. Mengingat, kebutuhan dan urgensi orang juga berbeda-beda. Hal yang menurut kamu penting, belum tentu penting buat orang lain.

Dalam menyusun skala prioritas ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu kebutuhan, desakan waktu, pendapatan, peran dalam keluarga, hingga status sosial.

Cara Membuat Skala Prioritas

Dalam menyusun skala prioritas, akan lebih mudah dengan menggunakan catatan. Cara ini dapat membantu mengurai kebutuhan dan keinginan dengan lebih jelas. Inilah langkah-langkah membuat skala prioritas yang mudah dan terukur.

Baca juga:  Hemat Doang Nggak Bisa Bikin Kaya! Coba Lakukan 2 Hal ini

1. Buat tabel kebutuhan. Menurut Stephen R. Covey dalam buku First Things First, tabel prioritas terbagi menjadi 4 kuadran bisa digunakan menentukan kebutuhan seperti apa yang mesti diutamakan.

Dari tabel di atas, bisa disimpulkan bahwa kebutuhan kita juga terbagi 4 bagian:

  • Penting dan mendesak. (Contoh: makanan dan tempat tinggal)
  • Penting namun tidak mendesak. (Contoh: ponsel baru dan jalan-jalan)
  • Kurang penting tapi mendesak. (Contoh: tiket pesawat untuk mudik yang diskon pada hari ini saja)
  • Kurang penting dan gak mendesak. (Contoh: jajan kopi kekinian)

2. Berdasarkan tabel tersebut, susun daftar kebutuhan kamu secara mendetail. Tulis pula alasan mengapa hal itu menjadi penting. Jangan lupa juga sertakan informasi harga. Step ini akan memudahkan kamu dalam membuat pertimbangan.

Baca juga:  Hati-Hati! Mobile Banking Bisa Bikin Kita Makin Boros!

3. Kurasi kebutuhan yang menurut urgensinya mulai dari yang menurut kamu paling utama dan mendesak hingga yang bisa ditunda.

4. Dari catatan tersebut, review kembali mana kebutuhan yang punya manfaat paling optimal. Nah, dari situ kamu bisa mulai memenuhi kebutuhan sesuai dengan catatan yang sudah dibuat.

Sebenarnya, menyusun skala prioritas sangat mudah. Asal kamu paham perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Utamakan kebutuhan yang mendesak terlebih dahulu. Dengan demikian, kamu bisa menggunakan uang secara tepat dan akurat.

  • Bagikan