Pemkab Jelaskan Viral Kamerawan Tanpa APD Ikut Bupati Simalungun Cek ODP

kameramen Pemkab Jelaskan Viral Kamerawan Tanpa APD Ikut Bupati Simalungun Cek ODP
Foto viral kamerawan ikut Bupati Simalungun jenguk ODP Corona. Foto: dok. Istimewa

detakhukum.com, Medan – Sebuah foto yang menunjukkan ada kamerawan tanpa alat pelindung diri (APD) mengikuti Bupati Simalungun JR Saragih mengecek orang dalam pemantauan (ODP) virus corona atau COVID-19 viral. Pemkab Simalungun pun memberi penjelasan.

Dalam foto viral Minggu (22/3/2020), terlihat ada seorang kamerawan berbaju hitam berada dalam ruangan bersama tiga orang yang menggunakan APD putih. Ada juga seorang pria lain menggunakan masker yang sedang duduk di atas tempat tidur.

Terdapat keterangan yang menyebut foto itu diambil pada Jumat (20/3) di RSUD Perdagangan. Bupati JR Saragih disebut sedang memantau ODP corona di RS tersebut.

“Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM memantau langsung warga yang berstatus ODP (orang dalam pemantauan) yang ada di RSUD Perdagangan,” demikian keterangan dalam foto itu.

Ada juga logo protokoler Kabupaten Simalungun di sisi kiri bawah foto. Foto tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial, terutama soal perbandingan kelengkapan APD antara JR Saragih dengan kamewaran itu.

Pemkab Simalungun pun buka suara. Menurut Pemkab Simalungun, foto itu diambil setelah JR Saragih ikut kegiatan penyemprotan disinfektan di RSUD Perdagangan.

“Itu kan melaksanakan penyemprotan di rumah sakit Perdagangan, desinfektan. Penyemprotan di situ, di lanjutkanlah untuk mengunjungi itu tadi pas ada yang di situ mau lihat kesehatannya” ucap Kadis Kominfo sekaligus Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Simalungun, Wasin Sinaga.

Wasin juga menjelaskan soal perbedaan kelengkapan JR Saragih dan kamerawan itu. Dia menduga kamerawan tersebut kemungkinan kurang memahami prosedur terkait pencegahan penyebaran virus corona.

“Mungkin karena ini kan virus corona ini masih hangat dibicarakan, mungkin karena proaktifnya untuk mengambil itu, katakan lah kekurang hati-hatian. Ke depan jangan lagi begitu, dengan adanya ramai ini dibicarakan menjadi pelajaran bagi kita, jangan ada lagi nanti,” ucapnya.

Wasin mengatakan ada 126 ODP corona di Simalungun. Dia mengimbau warga yang menjadi ODP patuh untuk mengisolasi diri di rumah. Wasin menyebut JR Saragih juga sudah meliburkan sekolah serta mengarahkan jajarannya untuk bekerja dari rumah demi mencegah penularan virus corona.

“Kalau harus ke luar, jaga jarak dulu. Satu meter atau dua meter. Dihindari dulu berjabatan tangan, kita pahamkan kawan-kawan. Berikutnya bila ada merasa kelainan dari kesehatan jangan segan dan malu-malu konsultasi ke rumah sakit, puskesmas,” jelasnya. (detikcom)