Walikota Lantik 496 Pejabat

picsart 12 30 03 47 38 1 Walikota Lantik 496 Pejabat

detakhukum.com, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya melantik 496 orang pejabat eselon II, III, IV dan Kepala UPTD Puskesmas lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Plaza Balai Kota Bogor pagi ini. Kepada para pejabat yang sudah dilantik, Bima Arya mengajak semua untuk menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.

“Namun yakinkanlah, apa yang terjadi hari ini adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa melalui tangan wali kota, takdir dari Tuhan melalui tanda tangan wali kota. Untuk itu mari kita camkan dan kita pahami bersama,” kata Bima Arya dalam keterangan tertulis, Senin (30/12/2019).

Bima Arya menambahkan para pejabat yang dilantik adalah orang-orang terpilih yang diberi kesempatan dan posisi untuk mengabdi, melayani warga. “Setiap tahun kurang lebih ada 4,5 juta orang yang mendaftar ASN, namun yang diterima tidak lebih dari 1 persen,” sebutnya.

Baca juga:  Pemkot Makassar Anggarkan Dana Rp1 M Untuk Pelaksanaan SKD CPNS

Dia menyebutkan, saat ini ASN Kota Bogor berjumlah 6.984 orang atau tidak sampai 1 persen dari jumlah penduduk Kota Bogor. Namun secara umum ASN di Indonesia berjumlah 4,5 juta atau hanya sekitar 1,7 persen dari seluruh penduduk Indonesia.

“Artinya setiap 1,7 ASN melayani 100 orang,” tuturnya.

Bima Arya juga menginginkan semua jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memahami sepenuhnya tentang program Bogor Berlari yang dicanangkannya bersama Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di periode kedua kepemimpinannya.

“Berlari bukan hanya cepat, tapi didasarkan juga pada filosofi. Perlu strategi dan tidak asal berlari,” kata Bima Arya.

Strategi yang dibutuhkan adalah logistik yang cukup, perencanaan yang matang dan menyusun waktu latihan dan lain sebagainya. Selanjutnya kata Bima Arya, untuk berlari dibutuhkan semangat, ghirah, passion atau keinginan memberikan yang terbaik.

Baca juga:  Jumlah Kasus Positif Covid-19 Kota Bogor Bertambah, New Normal Terancam Batal

Berlari tidak akan sampai di garis finish jika tidak mampu mengalahkan dirinya sendiri. Terakhir berlari juga persoalan sikap.

“Pelari punya integritas, tidak mau mencapai garis finis dengan doping atau mengikut yang lain. Jadi, kita semua harus punya sikap integritas, antikorupsi dan melayani warga Kota Bogor dengan baik, transparan,” tegas Bima Arya.