Tips Investasi Ala Pengusaha Muda Kaya di Indonesia

Sandiaga Uno Tips Investasi Ala Pengusaha Muda Kaya di Indonesia

Ulas balik kisah Sandiaga Uno

Sandiaga Salahudin Uno atau yang lebih dikenal dengan Sandiaga Uno kelahiran Riau yang berhasil menempuh pendidikan tertingginya di Amerika, Wichita State University.

Setelah lulus, beliau bekerja di Bank Summa milik William Soeryadjaya (pendiri Astra). Setelah setahun bekerja, ia menerima beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di George Washington University, Amerika Serikat dan berhasil menamatkan kuliahnya dengan meraih IPK sempurna 4.00.

Perjalanan karir yang tidak selalu mulus

Sebelum menjadi pengusaha sukses, Sandiaga Uno sempat bekerja di Singapura sebagai manajer investasi. Dua tahun kemudian beliau pindah ke Kanada dengan posisi yang lebih tinggi. Namun, krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997, mengakibatkan perusahaannya bangkrut dan ia pun di PHK.

Baca juga:  Cara Menghitung Nilai Wajar Sebuah Perusahaan

Beliau akhirnya memilih untuk kembali ke Indonesia dan mencari pekerjaan baru. Tetapi tidak ada satupun perusahaan yang menerima lamaran pekerjaannya.

Dari karyawan menjadi pengusaha

Setelah ditolak oleh 25 perusahaan. Sandiaga Uno memberanikan diri untuk mengubah mindsetnya dari karyawan menjadi seorang pengusaha. Ia bersama teman SMA nya mendirikan PT Recapital Advisors yang bergerak dibidang jasa konsultan keuangan. Setelah 6 bulan berjalan, akhirnya ada perusahan yang menggunakan jasanya.

Sandiaga Uno juga mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya yang bergerak di bidang telekomunikasi, pertambangan dan produk kehutanan.

Masuk dalam daftar orang terkaya

Setelah melalui perjalanan yang panjang, Sandiaga Uno masuk ke dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sebesar US$ 400 juta dan berada di peringkat 29 tahun 2013.

Baca juga:  5 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Investor Pemula

Pembagian Investasi

Sandiaga menjabarkan seluruh harta harus dibagi, jangan difokuskan ke dalam satu instrumen investasi saja. Ia mengalokasikan 20% harta untuk tabungan uang tunai, kemudian 35% diantaranya dialihkan ke pasar modal. Setelah itu 35% lainnya dialokasikan untuk surat berharga. Sisanya, bisa digunakan untuk investasi kecil lainnya. Semisal investasi emas, hingga properti.

“Bagi yang ingin belajar investasi saham, hati-hati saat stock picking individual. Risikonya itu tinggi kecuali kita ke stock yang liquid dan perusahaan yang fundamentalnya besar” Sandiaga Uno.

“Pesan saya pada generasi muda ialah jangan takut untuk berwirausaha. Di mana ada kesempatan untuk dilatih keterampilannya serta mendapat pendampingan usaha, ambil kesempatan itu. Sukses atau tidaknya suatu usaha ditentukan oleh seberapa keras dan seberapa cerdas kita bekerja.” Sandiaga Uno

Baca juga:  4 Tipe Investor Saham, Kamu Masuk yang Mana?

Investasi sejak dini di instrumen seperti saham merupakan pilihan yang tepat. Namun, hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan risk management anda.