Sehari Ada 20 Warga Kota Bogor Positif Corona

ilustrasi corona Sehari Ada 20 Warga Kota Bogor Positif Corona
Ilustrasi Virus Corona. [Shutterstock]

detakhukum.com, Bogor – Lonjakan warga Kota Bogor yang terpapar covid-19 mengkhawatirkan. Setiap hari, ditemukan rata-rata 20 kasus positif bertambah.

Pemerintah Kota Bogor menyiapkan tiga opsi antisipasi untuk menekan penambahan kasus positif. Antisipasi ini adalah penyiapan lokasi-lokasi untuk menampung isolasi terhadap mereka yang terpapar.

“Dari hasil penelusuran dan tes swab yang dilakukan Dinas Kesehatan, saat ini ditemukan rata-rata per hari 20 kasus terkonfirmasi positif. Ini menunjukkan Kota Bogor belum aman dari penularan covid-19,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Kamis (24/9/2020).

Bima Arya menjelaskan, ketiga opsi antisipasi yang disiapkan Pemerintah Kota Bogor adalah, menyiapkan lokasi-lokasi layak untuk isolasi mereka yang positif.

Baca juga:  Bagian Kesra Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pemberian Hibah Lembaga Keagamaan

Diantaranya adalah memastikan penambahan jumlah tempat tidur dan kamar isolasi untuk perawatan pasien kasus positif di rumah sakit. Kini, ada 358 tempat tidur di sejumlah RS. Dari jumlah tersebut sekitar 60% sudah terisi.

“Dari persentasenya masih aman. Namun, lebih baik jika rumah sakit menambah tempat tidur dan kamar untuk mengantisipasi,” katanya.

Ada dua RS yang dijajaki Pemkot Bogor. Ada Rumah Sakit Marzuki Mahdi dan Rumah Sakit Hermina. “Rumah Sakit Hermina akan menambah 13 tempat tidur,” katanya.

Jika kondisi RS tak memungkinkan, Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) di Lido Kabupaten Bogor juga disiapkan untuk tempat isolasi khusus untuk pasien tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Baca juga:  Sejak Tiga Hari Beroperasi, Pengunjung Kebun Raya Bogor Masih Sepi

Gedung PPSDM BNN di Lido memiliki 23 kamar dengan 122 tempat tidur. Koordinasi dengan BNN dilakukan untuk hal ini. Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kepala PPSDM BNN Sindhu Setiatmoko sudah bersepakat di Lido Kabupaten Bogor, pada Senin (7/9).