Tips  

Rumus Penting Copywriting, Menjual Apapun Sukses

copywriting Rumus Penting Copywriting, Menjual Apapun Sukses

Rahasia menciptakan copywriting yang ampuh untuk penjualan ini dikemukakan Russell Brunson, seorang pebisnis asal Amerika Serikat.⁣⁣ Beliau juga seorang pakar digital marketing sekaligus pendiri ClickFunnels (Alat untuk membuat marketing funnels).⁣⁣

⁣Beliau memberikan tiga rumus penting copywriting untuk menjual apapun agar sukses.⁣⁣ Ini dia rumusnya.

1️. HOOK⁣⁣

hook Rumus Penting Copywriting, Menjual Apapun Sukses

Hook atau pancingan berfungsi untuk menarik perhatian calon pelanggan agar mereka menangkap pancingan yang kamu berikan. ⁣⁣Sehingga mereka akan berhenti sejenak dari aktivitas yang sedang dilakukan dan memfokuskan perhatiannya ke kita. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari headline berupa teks, audio, video hingga gambar.

⁣⁣Jika pancinganmu tidak disambar oleh calon pelanggan. Niscaya, sebagus apapun cerita dan penawaran yang kamu berikan tidak akan menarik calon konsumen, profit pun terancam lemas!⁣⁣

Baca juga:  6 Istilah Marketing Online Yang Wajib Kamu Ketahui!

⁣2️. STORY⁣⁣

stories Rumus Penting Copywriting, Menjual Apapun Sukses

Selalu ingat! Calon pembeli cenderung membeli barang secara emosional, bukan secara logis. Dengan membawa sisi emosional (menyentuh perasaan) ini, mereka cenderung membeli.

Isi dari cerita harus bisa memainkan sisi emosional calon pelanggan, menjelaskan nilai produk, mudah diingat, mengandung prinsip yes-set dan mampu menghipnotis calon konsumen.

Sehingga saat kita bercerita, mereka akan mengangguk-anggukkan dalam hati dan berkata Ya, Ya, dan Ya.⁣⁣

⁣⁣3️. OFFER⁣⁣

offer Rumus Penting Copywriting, Menjual Apapun Sukses

Langkah terakhir adalah memberikan offer ‘penawaran’ yang sulit untuk ditolak oleh calon konsumen. Sebelum memberikan penawaran, kenali dulu false belief dari calon pelanggan.⁣⁣

False belief adalah sebuah kepercayaan yang dimiliki prospek, tetapi salah. ⁣⁣Sehingga mereka tidak mau membeli produk yang kamu tawarkan.⁣⁣ Misalnya kamu menawarkan produk skin care, lalu false belief dari prospek yakni takut skin care-nya abal-abal, tidak tahan lama, hasilnya tidak permanen, dll.

Baca juga:  Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Content Writer dan Copywriter

Nah, tugasmu sebagai penjual adalah meyakinkan prospek bahwa hal tersebut salah. Kamu bisa memberikan solusi dari false belief diatas. Teknik false belief ini yang sering sekali dilupakan oleh banyak penjual karena mereka (atau mungkin kamu sendiri) terlalu terpaku pada produk yang dijual.

Mereka melupakan pola pikir konsumen yang seharusnya menjadi prioritas. ⁣⁣Nah, udah paham kan sekarang tentang hook, story dan offer.⁣⁣

⁣⁣