Rapat Bareng MPR, Menko Polhukam Pastikan Papua Kondusif

mahfud md 1 Rapat Bareng MPR, Menko Polhukam Pastikan Papua Kondusif
Mahfud Md (foto detikcom)

detakhukum.com, Jakarta – Menko Polhukam Mahfud Md rapat bersama pimpinan MPR RI guna membahas perihal Papua, yang akan menjadi tuan rumah PON 2020. Mahfud memastikan situasi dan kondisi Papua kondusif.

“Ini bukan soal pengungsi, nih. Ini Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MPR mau kunker ke Papua. Ya, sudah kondusif. Tadi laporan kesiapan dari daerah, dari semua birokrasi, kondusif, bagus,” kata Mahfud seusai rapat di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta dilansir dari detik.com Senin (24/2/2020).

Selain soal PON, Mahfud menyebut rapat bersama pimpinan MPR tadi juga membahas hal-hal lainnya. Namun Mahfud enggan menjelaskan hal-hal apa saja selain soal PON yang dibahas.

“Ya, soal persiapan PON dan lain-lain. Jadi kita koordinasi, saling memberi tukar informasi, dan memberi bekal,” sebut Mahfud.

Baca juga:  BMKG Sudah Laporkan Peringatan Cuaca Ekstrem ke Pemprov DKI

Diberitakan sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md menghadiri rapat dengan pimpinan MPR untuk mendiskusikan mengenai isu Papua. Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut salah satu isu yang dibahas adalah persiapan PON di Papua.

“Pertama, kami ingin mendapat laporan terkait keamanan politik dan sosial. Yang kedua kami pimpinan MPR, DPR, dan DPD akan berkunjung ke Papua tanggal 2 Maret sampai tanggal 5 untuk memastikan masalah keamanan, karena kami mendengar laporan tentang keamanan,” kata Bamsoet sebelum rapat di kompleks parlemen.

Bamsoet menilai banyak masalah yang timbul di Papua beberapa waktu belakangan. Pimpinan MPR dari Fraksi Golkar itu ingin ada solusi yang konkret untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca juga:  16 Hari Untuk Sadari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

“Ya masalah ini kan jadi sudah sejak 50 tahun lalu, sejak Papua berintegrasi dengan Indonesia. Nah ini, hari ini mulai periode kepemimpinan Presiden, ada terus masalah yang timbul di Papua. Kami ingin ada jalan keluar secara permanen untuk Papua yang berkeadilan,” papar Bamsoet.(*)