Ramai-Ramai Bikin Bank Digital, Memang Apa Sih Kelebihannya?⁣

Bank Digital Ramai-Ramai Bikin Bank Digital, Memang Apa Sih Kelebihannya?⁣

detakhukum.com – ⁣Saat ini, dunia perbankan tengah berlomba-lomba bertransformasi memberikan solusi keuangan digital yang lebih praktis, cepat, dan instan.⁣ Minggu lalu, Bank BCA meluncurkan bank digitalnya lewat aplikasi bernama Blu.⁣ 

Hadirnya Blu tersebut menambah sengit persaingan bank digital di Indonesia. Beberapa bank digital sudah beroperasi di Indonesia, mulai dari Jenius (Bank BTPN), Jago (Bank Jago), TMRW (UOB Indonesia), Neo+ (Bank Neo Commerce), Line Bank (Bank KEB Hana Indonesia), Motion Banking (Bank MNC International), Wokee (Bank Bukopin).

Selain itu, ada beberapa bank yang bersiap akan meluncurkan bank digitalnya, diantaranya:

  • Bank Seabank Indonesia – Seabank
  • Allo Bank Indonesia
  • Bank BRI Agroniaga
  • Bank Standard Chartered & Bukalapak
Baca juga:  Growth Mindset vs Fixed Mindset: Mana yang Bisa Bantu Raih Kesuksesan?

Memangnya kenapa sih ramai-ramai meluncurkan bank digital? ⁣dan apa sih kelebihan bank digital ini?⁣ Nah berikut ini beberapa kelebihan bank digital yang dikutip dari @ngomonginuang diantaranya:

⁣1. Bank digital jauh lebih efisien

Beberapa tahun yang lalu jika mau buka tabungan atau pengajuan pinjaman seperti KTA, kita masih perlu antri di kantor cabang bank, serta mengisi setumpuk dokumen dan formulir.

Namun kini, dengan adanya bank digital semua layanan mulai dari pembukaan rekening, deposit, transfer dan sebagainya semuanya dilakukan secara online tanpa harus repot-repot datang ke bank.⁣

Hal ini membuat bank digital cukup memiliki satu kantor saja, alih-alih bank konvensional yang mau tak mau harus memiliki ribuan kantor cabang. Sehingga secara bisnis akan lebih efisien karena menghemat biaya dan tenaga kerja.

Baca juga:  7 Buku Ini Bantu Kamu Meraih Financial Freedom

⁣2. Bank digital memberikan layanan yang terintegrasi

Bank digital memberikan layanan yang terintegrasi dengan berbagai produk dan pembayaran. Misalnya layanan dompet digital, investasi, kredit, sampai asuransi. Yang artinya, layanan berbagai produk dan pembayaran telah tersedia dalam satu aplikasi saja.⁣

Bank digital akan banyak mengubah peta perbankan terutama segmen generasi milenial dan Gen Z yang sudah melek teknologi. Menarik dinanti bagaimana bank konvensional bisa menyesuaikan diri dengan adanya serbuan bank digital ini.

Tantangan utama bank konvensional adalah mengubah struktur operasional yang sudah terlanjur berinvestasi pada kantor cabang, mesin ATM, dan data layanan keuangan yang belum terpusat.

Sehingga bank konvensional menghadapi tantangan tersendiri untuk beradaptasi dan mengadopsi konsep baru sebagai bank digital. Sebagaimana layanan taksi yang pakai argo dan pesannya lewat call center harus adaptasi dengan aplikasi ride hailing.

Baca juga:  Uang Hilang Saat Ditabung di Bank. Panduan Agar Kamu tak Bingung Kalau Kena Kasus Serupa