Penumpang KRL Positif Corona, Pemerintah Harus Ambil Langkah Cepat

WhatsApp Image 2020 04 27 1 Penumpang KRL Positif Corona, Pemerintah Harus Ambil Langkah Cepat

detakhukum.com, Bogor – Tiga penumpang KRL Commuter Line terkonfirmasi positif virus corona( Covid- 19) dari hasil swab test yang dilakukan di Stasiun Bogor, akhir Mei lalu.

Pengamat Kebijakan Publik Yusfitriadi mengatakan, sejak awal, semua telah menduga pada saat PT. KAI tidak memberhentikan operasional kereta api, sehingga akan berpotensi penularan covid- 19.

“ Sehingga, pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar( PSBB) baik di kota ataupun Kabupaten Bogor benar- benar tidak akan maksimal,” kata Yusfitriadi, Senin( 4/ 5).

Menurutnya, sangat mungkin bisa lebih banyak penumpang yang terindikasi positif covid- 19. Karena, trend penularan covid- 19 disaat ini didominasi oleh OTG alias orang tanpa gejala.

Baca juga:  Tinjau Stasiun Bogor, Kapolda Jabar Sebut Ada Penurunan Penumpang

Screening untuk pengguna kereta api tidak cukup hanya dengan memakai tes temperatur tubuh seperti yang kerap dilakukan, baik ketika masuk stasiun maupun pada saat keluar stasiun.

“ Jika sudah kejadian seperti ini, metode apa yang bisa melacak histori potensi penyebaran covid- 19 dengan menggunakan cluster penumpang kereta api, sudah dapat dipastikan akan sangat susah bahkan bisa jadi mustahil untuk dapat teridentifikasi,” terangnya.

Untuk itu, PT. KAI serta pemerintah wajib bertanggung jawab atas peristiwa ini. Karna sejak awal, warga termasuk Bupati dan Wali Kota Bogor telah menekan pemerintah serta PT. KAI untuk menghentikan sementara operasional kereta api sebagai konsekuensi penerapan program PSBB dalam memutus mata rantai penyebaran covid- 19 ini.

Baca juga:  Pemkot Bogor Siapkan Lahan Pemakaman Covid-19 di Tiga TPU

“ Saya telah dari awal melaporkan ketika pemerintah dan PT. KAI tidak memberhentikan sementara operasional kereta api, pemerintah tidak sungguh- sungguh memutus mata rantai penyebaran covid- 19,” ungkap Yusfitriadi.

Apalagi, secara tegas dirinya mengaku telah menyampaikan dalam sebagian statment, kalau DKI Jakarta tidak memiliki niat baik dalam melakukan percepatan pemutusan mata rantai covid- 19.

Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya kantor maupun pelaku usaha yang tidak menghentikan aktivitasnya untuk sementara. Kondisi ini terbukti dengan statment banyak penumpang kereta api yang mengaku harus tetap berangkat kerja dengan menggunakan kereta api tiap hari ke Jakarta dan pulang ke Bogor.

“ Keadaan inipun akan sangat mungkin terjadi di stasiun Depok, Bekasi serta yang lainya. Saya meminta kepada PT. KAI serta pemerintah untuk segera merespon kejadian ini secara cepat, walaupun sudah sangat terlambat.

Baca juga:  Dana Banjir DKI di Nilai Tak Ideal di Mata Bupati Bogor

Karna 3 orang penumpang kereta api yang telah positif terinfeksi covid- 19 ini entah telah berhubungan serta bersentuhan dengan siapa saja dan di mana saja,” tandasnya. (red/mtr)