Markas Militer NATO Konfirmasi Kasus Pertama Virus Corona

Foto AP Photo Markas Militer NATO Konfirmasi Kasus Pertama Virus Corona
Foto: AP Photo

detakhukum.com, Brussels – NATO mengkonfirmasi adanya tiga kasus virus corona terkait markas militernya di Belgia. Ini merupakan kasus coronavirus pertama bagi NATO.

Ketiga kasus corona tersebut terdiri dari seorang pegawai sipil dan dua anggota keluarganya. Pegawai tersebut belum lama ini bepergian ke Italia, negara yang terdampak virus corona paling parah di Eropa.

NATO mengatakan bahwa pegawai tersebut dan anggota keluarganya tidak mendatangi fasilitas markas NATO, Supreme Headquarters Allied Powers Europe (SHAPE) di Mons, Belgia selatan, sejak kembali dari Italia.

“Ada tiga kasus terkonfirmasi COVID-19 dalam komunitas luas SHAPE kami,” kata NATO dalam sebuah statement seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (6/3/2020).

Baca juga:  Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) di Malaysia diPerpanjang Hingga 9 Juni

“Kasus-kasus itu ‘diimpor’ ke Belgia menyusul perjalanan luar negeri dan individu-individu yang terdampak tidak pernah masuk ke lokasi SHAPE sejak kepulangannya,” imbuh NATO dalam pernyataannya.

Setelah dites di rumah sakit, ketiganya dipulangkan ke rumah untuk dikarantina, namun mereka tidak mengalami sakit serius.

Sebagai bagian dari tindakan pencegahan coronavirus, perjalanan oleh pejabat SHAPE telah dibatasi, dengan beberapa pertemuan diadakan melalui telepon atau konferensi video, bukan secara langsung.

Akses pengunjung ke markas besar sipil NATO di Brussels juga sudah dibatasi, dan para komandan militer telah diberikan saran untuk mencegah penyebaran virus.

NATO sejauh ini belum membatalkan satu pun dari lebih dari 20 latihan yang telah direncanakannya tahun ini, tetapi Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan aliansi itu sedang memantau wabah itu.

Baca juga:  Panik Wabah Corona, 6 Ribu Masker Dicuri Di Jepang

“Staf medis militer NATO tetap waspada. Mereka memantau setiap dampak potensial bagi pasukan NATO yang dikerahkan pada operasi,” kata seorang pejabat NATO kepada AFP.

Latihan multinasional besar, Defender 2020 yang dipimpin AS, yang melibatkan 37.000 tentara — 20.000 orang di antaranya dikerahkan dari Amerika Serikat ke Eropa — juga berjalan sesuai rencana.(dtk)