Kota Bogor Ada Tim Detektif Covid-19, Ini Tugasnya

Bima Arya Saat Pantau Lokasi Kota Bogor Ada Tim Detektif Covid-19, Ini Tugasnya

detakhukum.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam waktu dekat ini bakal mem­bentuk tim Deteksi Aktif (Detektif) Covid-19 yang bertugas meningkatkan mitigasi infeksi virus corona. 

Detektif ini nantinya mempunyai tugas melacak dan memantau penyebaran virus corona di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, tim Detektif Covid-19 ini terbagi dalam dua satuan. Yaitu unit lacak dan unit pemantauan. Unit pelacak bertugas melacak atau supporting orang-orang yang teridentifikasi positif. Kemudian unit pemantauan bertugas untuk menentu­kan Orang Dalam Peman­tauan (ODP) seakurat mun­gkin. ­

“Satuan ini terdiri dari tim di kecamatan, RW Siaga Co­vid-19, babinsa, bhabin­kamtibmas di situ. Untuk tim ini berjumlah 370 orang, yang masing-masing berjumlah lima orang. Begitupun di tingkat kelurahan yang ber­jumlah lima orang,” kata Bima.

Baca juga:  Walikota Lantik 496 Pejabat

Sedangkan unit pemantau, lanjutnya, bertugas memas­tikan orang berkategori ODP menjalani masa isolasi se­lama 14 hari. ”Unit ini ber­jumlah 822 di seluruh Kota Bogor untuk menguatkan tim yang ada di puskesmas,” ucap Bima.

Di Kota Bogor sendiri ter­dapat empat sumber penu­laran Covid-19. Yakni fasilitas kesehatan, luar Kota Bogor, kantor pemerintahan dan pusat perbelanjaan. Ia ber­harap dengan dibentuknya tim ini bisa mempercepat mitigasi penularan Covid-19 agar tidak meluas.

”Langkah kita adalah mem­perketat protokol kesehatan di semua tempat tersebut. Kemudian Pemkot Bogor melakukan langkah strategis agar tidak terjadi lonjakan lagi dengan tim ini,” jelasnya.

Tak hanya Detektif Covid-19, pemkot juga bakal memper­ketat protokol kesehatan di tempat sumber penularan virus corona. Di antaranya memperbanyak swab test dan melakukan kampanye masif terkait penerapan protokol kesehatan.

Baca juga:  Usai "Absen" Sebulan akibat Positif Corona, Bima Arya Segera Bertugas Kembali

“Kita juga terus berupaya menggelar rapid test Covid-19 sebagai deteksi dini. Saat ini jumlah swab test di Kota Bo­gor adalah 3.596 tes swab. Yang menghasilkan 162 po­sitif dan sekian ribu ODP,” bebernya.

”Kita ingin agar angka ini terus dinaikkan sehingga paling tidak mendekati stan­dar dari Organisasi Keseha­tan Dunia (WHO). Paling tidak Kota Bogor harus mela­kukan sampai 8.500 swab test dengan menimbang jumlah penduduk Kota Bogor yang lebih dari satu juta penduduk,” sambungnya.