Hukum  

Klarifikasi Rhoma Irama, Terkait Dirinya Mau di Proses Hukum

kalarifikasi rhoma irama Klarifikasi Rhoma Irama, Terkait Dirinya Mau di Proses Hukum

detakhukum.com, Bogor – Tampilnya Raja Dangdut Rhoma Irama di acara khitanan salah seorang warga di Pamijahan, Kabupaten Bogor, berbuntut panjang.

Bang Haji, sapaan karib Rhoma Irama, bakal dipanggil dan diperik­sa Polres Bogor dalam waktu dekat ini. Namun, pentolan Soneta Group itu memberi sanggahan.

Melalui video unggahan yang berdu­rasi tiga menit 53 detik, Rhoma Irama memberikan klarifikasi. Pernyataan itu ia bagikan melalui akun media sosial pribadinya.

“Assalamualai­kum Wr Wb. Waduh, saya terpaksa mesti klarifikasi lagi nih. Tiba-tiba ada be­rita saya mau diproses hukum oleh Ibu Bupati Kabupaten Bogor,” katanya mengawali pembukaan video.

“Sebetulnya begini, bahwa saya datang itu atas undan­gan dari Pak Surya. Karena dengan catatan waktu itu dengan komitmen tidak akan menyelenggarakan penam­pilan Soneta Group. Jadi saya datang lah dengan sendirian. Juga pakai baju sederhana saja, nggak pakai jas, nggak pakai batik karena undangan Pak Surya itu ya sifatnya ha­nya kumpul-kumpul saja,” sambungnya.

Baca juga:  Rapid Test Gratis Saat Bayar Pajak Kendaraan di Samsat

Sesampainya di lokasi khi­tanan tokoh Kecamatan Pa­mijahan tersebut, ia melihat sudah banyak masyarakat yang berkumpul di satu lo­kasi, yang sifatnya undangan resmi oleh penyelenggara acara. Selain itu, banyak juga karangan bunga yang berjajar di lokasi tempat ha­jatan itu diselenggarakan.

“Di sana juga saya lihat ada panggung, ada live music. Bahkan penyanyi-penyanyi dari Ibu Kota tampil di sana. Saya pikir saat itu kondisinya sudah aman gitu kan. Bahkan pada malam Minggu-nya pun ada wayang golek sampai pagi hari,” ucapnya.

Namun, sambungnya, tiba-tiba ada berita dirinya akan diproses hukum hanya ka­rena Raja Dangdut sempat tampil di atas panggung dengan menyanyikan bebe­rapa lagu.

“Ini buat saya aneh saja gitu. Seandainya mau dip­roses secara hukum, tentu­nya kan Ibu Bupati yang punya wilayah, begitu ber­diri panggung itu kan sejak hari Sabtu (27/6) lalu mes­tinya dilarang, kalau memang tidak boleh adanya acara di khitanan Pak Surya tersebut,” imbuhnya.

Baca juga:  Kasus Penculikan Anak di Jakarta, Pelaku Tak Beraksi Sendiri

“Bahkan, malamnya ada wayang golek mestinya di­larang. Terus paginya ada penampilan musik mestinya dilarang. Saya sendiri datang sore hari pada Minggu (28/6) kemarin. Tapi tiba-tiba ke­napa saya yang jadi kena sasaran, saya yang harus mempertanggungjawabkan ini,” lanjutnya.

Baginya, ancaman orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu dianggap tidak adil dalam menegakkan hukum yang berlaku untuk polemik tersebut. 

“Saya harap Bu­pati heureuy lah, bercanda gitu kan. Sebab kalau memang serius ya harus yang bertang­gung jawab yang mengada­kan pagelaran, yang menga­dakan acara itu. Saya undan­gan. Kalau saya tamu un­dangan harus bertanggung jawab, berarti seluruh un­dangan yang hadir di situ harus diproses secara hukum juga,” bebernya.

Rhoma berharap perma­salahan ini bisa diselesaikan secara musyawarah tanpa adanya pelaporan ke pihak berwajib. Sebab jika perihal ini tetap dilanjutkan, seluruh rakyat di negeri yang menge­tahui persoalan tersebut akan bingung.

Baca juga:  Makassar, KLHK Tinjau Kapal Sampah Milik Pelindo IV

“Mudah-mudahan klir ya, bahwa saya undangan dan tidak ada live konser oleh Soneta Group. Saya cuma datang ke situ, bahkan saya juga didampingi ketat oleh aparat. Bukan ditangkap tapi didampingi,” ujarnya.

Ia juga menyebut pendam­pingan yang diberikan apa­rat penegak hukum setempat itu dilakukan kepadanya sejak tiba di acara lokasi hingga naik ke atas panggung untuk memberi tausiah ke­pada tamu undangan yang hadir kala itu.

“Nah, ketika di panggung itu, saat saya memberi tau­siah singkat, pasti saya di­daulat nyanyi… nyanyi…. Karena permintaan itu, maka saya menyanyi lah satu-dua lagu. Dan bukannya ini suatu yang wajar kan, serta normal yang dialami artis Ibu Kota di mana pun saat hadir di suatu acara yang didatanginya,” ujarnya.