Kerjasama PPATK Untuk Menangkap Oknum Nakal Di Pertamina

22 22 1 Kerjasama PPATK Untuk Menangkap Oknum Nakal Di Pertamina
komisaris utama PT.Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

detakhukum.com,Jakarta-Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku menjajaki kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK untuk menangkap oknum nakal yang dicurigai merugikan BUMN migas tersebut.

Ia menyebut kerja sama dengan PPATK memungkinkan pihaknya untuk melihat aliran dana dari pejabat yang dicurigai. Sistem serupa sebetulnya pernah dilakukan ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sayang,Ahok enggan menjelaskan lebih jauh akan kerja sama dengan PPATK tersebut.Ia juga tak menyebut pihak mana yang dicurigainya. 

“Di DKI dulu juga ada kerja sama dengan PPATK.Bisa minta lihat aliran dana dari pejabat yang dicurigai. Ditunggu saja,” katanya kepada wartawan,Rabu (5/8).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa internal auditor perusahaan telah bekerja dengan baik. Namun, Pertamina tetap membutuhkan bantuan dari lembaga eksternal, seperti KPK dan PPATK dalam mengusut kasus yang diduga merugikan negara.

Secara terpisah,Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan antara Pertamina dan PPATK telah memiliki nota kesepahaman (MoU) sejak setahun lalu.Tapi,MoU itu tersebut bersifat umum.

Namun,jika Pertamina ingin menjalin kerja sama lebih spesifik ke ranah tertentu, pihaknya terbuka untuk berkomunikasi.

Belum detail pembicaraannya. Kami welcome (terbuka) saja kalau Pertamina mengajak berbicara lebih detail. PPATK prinsipnya mendukung, support (dukung) apa yang dibutuhkan,katanya.

Sesuai dengan fungsinya, Dian menyebut PPATK memang dapat membuka aliran dana tertentu jika dibutuhkan. Selain itu, pihaknya juga siap menegakkan profesionalitas dan integritas di berbagai instansi pemerintah, termasuk BUMN.

Selain Pertamina, Dian menyebut ada beberapa BUMN yang juga ingin melakukan kerja sama secara mendetail di tengah pandemi covid-19. 

“Pada hakikatnya perjanjian seperti ini kan bilateral, artinya kebutuhan kami dan mereka akan didiskusikan, dalam kondisi seperti sekarang peningkatan permintaan MoU kerja sama ini meningkat,” jelasnya.

Sebelumnya,Ahok memberikan peringatan keras kepada para koruptor yang masih mau merampok uang di perusahaannya.Ia meminta agar para koruptor tersebut untuk berhati-hati,sebab dipastikan akan ‘tertangkap’.

Ahok mengatakan untuk mengejar koruptor tersebut, pihaknya saat ini sudah melakukan kerja sama dengan KPK dan PPATK untuk melacak koruptor di tubuh Pertamina.

Dengan PPATK,kami mau kejar.Jadi siapa saja yang mau korup di Pertamina,hati-hati Anda nikmati,kami akan lacak Anda melalui PPATK,tegasnya.(dth).