Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Bertambah dari Klaster Supermarket Bahan Bangunan

IMG 20200617 WA004332 1 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Bertambah dari Klaster Supermarket Bahan Bangunan

detakhukum.com, Bogor – Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Kota Bogor terus bertambah. Penambahan jumlah kasus itu terjadi karena adanya klaster baru, yakni klaster Mitra10 

Klaster Mitra 10 diketahui merupakan sebuah supermarket bahan bangunan di Jalan Soleh Iskandar, Tanah sareal, Kota Bogor.

Kendati saat ini perpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor dilakukan dalam satu bulan, namun jumlah positif corona masih terus bertambah.

Hingga Minggu (21/6) siang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat sudah ada 12 orang yang terpapar corona dari klaster tersebut. Mereka berasal dari karyawan dan keluarga karyawan.

“Total 12 terdiri dari dua keluarga yang terpapar dan lima pegawai serta supplier warga ber-KTP Kota Bogor, dan lima lagi warga luar Kota Bogor,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Minggu (21/6).

Baca juga:  Tanda Tanya Status Corona Rizieq Shihab

Ia menjelaskan, terhadap empat orang positif Covid-19 itu sudah dilakukan perawatan di rumah sakit, tapi tidak disebutkan tempat penularannya di mana.

“Sedangkan, pasien kasus positif yang sembuh serta kasus positif yang meninggal dunia, pada Sabtu ini tidak ada. Jika dikalkulasi dalam 10 hari terakhir, ada sembilan kasus positif yang sembuh serta dua kasus positif yang meninggal dunia,” katanya.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya terus mengembangkan penelusuran klaster Mitra 10. Karena dari karyawan yang positif itu, harus diperluas lagi penelusuran kepada orang yang menjadi pengunjung Mitra 10 dalam 14 hari belakang.

“Saya telah memerintahkan Dinkes Kota Bogor membuat aplikasi khusus untuk menangani klaster Mitra 10. Demikian, masyarakat yang merasa sempat berkunjung dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti rapid test maupun swab test. Ada 10 yang melaporkan, untuk mengefektifkan pola mappingnya itu kami bikin aplikasi, aplikasinya sedang kami sempurnakan, nanti dirilis oleh Dinkes ke masyarakat yang pernah interaksi,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkot Bogor Keluarkan Protokol Kesehatan Sholat Idul Adha, Penjualan dan Pemotongan Hewan Kurban