Ini Dia 5 Kota Besar Yang Diprediksikan Tenggelam

kota tenggelam 1 Ini Dia 5 Kota Besar Yang Diprediksikan Tenggelam

detakhukum.com – Sebuah penelitian yang dirilis oleh Nature Communication pada 29 Oktober 2019 mengungkapkan sejumlah negara, termasuk Indonesia, akan tenggelam pada tahun 2050. Penelitian itu mengungkapkan permukaan laut akan mengalami kenaikan sekitar 30 hingga 50 sentimeter. 

Dampak perubahan iklim kini semakin nyata dan kian mengkhawatirkan. Jika tidak diatasi, permukaan air laut yang semakin tinggi akibat mencairnya es di Antartika dapat menenggelamkan kota-kota di dunia.

Sejumlah kota-kota besar di dunia ada yang diprediksi tenggelam di kemudian hari jika tidak ada aksi besar yang dilakukan. Penyebabnya karena level air laut yang terus meningkat, dan turunnya permukaan tanah dikarenakan penggunaan air dalam tanah yang berlebihan.

Baca juga:  Rampung Akhir Tahun Ini, Terowongan Bawah Tanah Joyoboyo-KBS Habiskan Rp 20 M

Berikut 5 kota besar di dunia, yang diprediksi akan tenggelam di masa mendatang seperti dikutip Wow Menariknya.

  1. Jakarta
jakarta Ini Dia 5 Kota Besar Yang Diprediksikan Tenggelam

Jakarta punya letak geografis yang cukup rumit. Level air laut yang terus meningkat dan tanah di Jakarta yang terus menurun setiap tahunnya menyebabkan Ibu Kota Indonesia ini terancam tenggelam dalam puluhan dekade ke depan.

Buktinya saja Jakarta sering dilanda banjir ketika musim hujan. Selain sampah, penyebab lainnya adalah meningkatnya terus level air laut. Kepadatan penduduk di Jakarta juga semakin bertambah, maka penggunaan air di dalam tanah pun akan semakin meningkat.

Tak heran jika Jakarta diprediksi akan tenggelam di kemudian hari. Mungkin karena itu Presiden Joko Widodo akan memindahkan ibu kota ke Kalimantan.

Baca juga:  Tagar #Corona Free Day Ramai Dibincangkan di Twitter

2. Beijing

beijing Ini Dia 5 Kota Besar Yang Diprediksikan Tenggelam

Menurut studi tahun 2016, tanah di Beijing turun sampai 10 cm per tahun. Penyababnya karena menipisnya air tanah yang disebabkan oleh banyaknya pembangunan gedung-gedung pencakar langit.

Dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, otomatis kebutuhan air tanah pun semakin meningkat.

Sementara keadaan air di dalam tanah tidak bisa memenuhi semua kebutuhan penduduk Ibu Kota negara China tersebut. Akibatnya air dalam tanah semakin berkurang dan menjadi kurang stabil yang menyebabkan penurunan.