Ini Alasannya, WaliKota Surabaya Ngaku Timbun Masker

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Ini Alasannya, WaliKota Surabaya Ngaku Timbun Masker
Instagram @satpolppsurabaya

detakhukum.com, Surabaya – Walikota Risma mengaku telah menimbun stok persediaan masker di Surabaya sejak Januari 2020, jauh hari sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua WNI positif virus corona di Indonesia.

Risma mengatakan, hal itu sebagai langkah upaya pihaknya untuk mengantisipasi merebaknya virus corona di Kota Surabaya.

“Sebetulnya saya sudah menimbun masker. Sejak Januari lalu, saya sudah menimbun,” kata Risma, di Tropical Disease Center, Unair, Surabaya, seperti dilansir dari kompas com, Selasa, 3 Maret 2020.

Namun, Wali Kota Risma sengaja tidak mempublikasikan langkah yang ia lakukan tersebut karena khawatir masyarakat Surabaya akan panik mendengar hal itu.

“Begitu ada kejadian (virus corona mewabah) di Wuhan, China, saya langsung stok (masker). Saya nggak ngomong supaya warga nggak panik,” kata Risma.

Baca juga:  NTT Provinsi ke 33 yang Menyatakan Kasus Covid-19

Jika wabah virus corona ini sampai ke Surabaya, kata Risma, maka pihaknya baru akan membagikan masker itu ke seluruh warganya.

“Nanti kalau harus dikeluarkan, kami keluarkan,” ujar Risma.

Menurutnya, Kota Surabaya saat ini masih terbilang aman dari virus corona.

“Karena itu, masyarakat tidak perlu menggunakan masker apabila tidak merasakan gejala-gejala seperti batuk, pilek, nyeri kepala dan sesak napas. Bila ada gejala itu juga agar segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit,” imbaunya.

Menurut Risma, hal yang perlu dilakukan masyarakat saat ini adalah harus rajin mencuci tangan dengan bersih.
“Makanya cuci tangan, yang saya genjot termasuk hand sanitizer kami siapkan di mana-mana. Kuncinya justru ada di tangan,” ujarnya.

Baca juga:  Zona Kuning Kota Bogor: Aktivitas Resepsi Pernikahan Masih dilarang

“Rajin mencuci tangan dengan bersih lebih efektif ketimbang harus berbondong-bondong membeli masker secara berlebihan,” pungkasnya.(*)