Harga Barang pada Naik, Mendag Mana Nih Mendag?

menteri perdagangan 1 Harga Barang pada Naik, Mendag Mana Nih Mendag?
Foto: Agus Suparmanto (CNBC Indonesia)

detakhukum, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto harus gerak cepat saat harga kebutuhan pokok sudah meroket, apalagi jelang puasa dan lebaran.

Meski ia menegaskan pasokan untuk puasa dan lebaran sudah cukup dan aman. “Untuk pasokan lebaran. Beberapa komoditas naik tapi dalam proses pelaksanaannya. Berkaitan (impor) bawang bombay sudah keluarkan dan sisanya nunggu secepatnya,” kata Agus Suparmanto di Jakarta, dikutip dari cnbc Rabu (11/3).

Ia menegaskan persoalan harga bawang bombay yang melonjak, pihaknya juga sedang mempercepat proses perizinan impor bawang bombay.

Saat ini izin kuota impor bawang bombay berikutnya masih dalam proses untuk diterbitkan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memang sudah mengeluarkan izin impor 2.000 ton bawang bombay, jumlah ini sangat minim.

“Kita sudah keluarkan izin bombay karena baru masuk RIPH (rekomendasi impor produk hortikultura) jadi langsung diproses. Keluar RIPH nggak semata-mata langsung keluar tapi proses waktu. Pada prinsipnya udah ada yang dikeluarkan,” kata Agus.

Ia bilang untuk izin impor bawang bombay berikutnya prosesnya sudah berlangsung hari ini, diharapkan segera terbit.

“Karena proses per hari ini. Hari ini akan keluar karena kita lihat proses yang selesai. Diharapkan bombay ini importir beberapa waktu lalu udah keluar dan bombay ini terus keluar dalam waktu RIPH masuk dan diproses,” katanya.

Menurutnya, ia sudah melakukan komunikasi dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terkait penerbitan RIPH yang akan lebih dipercepat. Saat RIPH sudah terbit dari Kementerian Pertanian maka Kementerian Perdagangan akan memprosesnya menjadi izin impor kepada para importir.

Harga bawang bombay di tingkat grosir normalnya Rp 250-350 ribu per 20 kg/per karung atau sekitar Rp 12.500-17.500 per kg. Namun, kini harga sudah melonjak Rp 3 juta/karung atau Rp 150 ribu/kg.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayur Segar (Aseibssindo) Hendra Jowono mengatakan ada persoalan dalam penerbitan RIPH di Kementerian Pertanian dan izin impor di Kementerian Perdagangan.

Bagaimana dengan persoalan harga gula yang juga melejit?

Agus Suparmanto berjanji gula impor sebanyak 260 ribu ton akan segera masuk Indonesia. Tujuannya untuk menambah pasokan gula di dalam negeri, ia meminta importir tak menahan pemasukan gula impor ke dalam negeri.

“Gula ini stok yang ada kemarin di cek 160 ribu ton masih tersedia. Kami minta untuk dipercepat pengeluarannya (impor) dan tidak ada alasan lagi untuk di-hold untuk nanti, yang baru masuk lagi 260 ribu ton akhir bulan ini,” kata Agus.

Ia menegaskan saat ini stok gula di pasar cukup. Pemerintah akan melakukan operasi pasar gula dengan melibatkan distributor, memanfaatkan stok 160 ribu ton gula yang sudah ada. Harga dalam operasi pasar dipatok sebesar Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12 ribu per kg.

“Pendistribusian dipercepat agar pendistribusian lebih cepat dari yang sudah dibicarakan,” kata Agus saat ditanya soal harga gula yang ‘terbang’ tinggi.

Sebelumnya Agus telah mengeluarkan izin impor untuk kebutuhan gula kristal putih (GKP) sebanyak 438.800 ton. RNI dan Bulog disebut sebagai pihak yang mengajukan impor.

“Izin impor yang dikeluarkan gula kristal putih telah diterbitkan 438.800 ton hingga Mei 2020,” kata Agus di kantor Kemendag, Selasa (3/3/2020).

Pada Senin harga gula rata-rata nasional sempat tembus Rp 16.250 per kg, sedangkan pada Rabu harganya sudah merangkak jadi Rp 16.400 per kg, seperti dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS).

Pergerakan harga gula pasir dalam sebulan terakhir trennya terus naik. Harga rata-rata gula pada 11 Februari masih Rp 14.000/kg, artinya bila rata-rata pada 10 Maret 2020 sudah Rp 16.400 per kg maka sudah ada kenaikan 17% dalam sebulan.(cnbc)