Dampak Banjir Jabar: 250 KK Mengungsi, 9 RIbu Rumah Terendam

banjir bandang sumatera pasaman 1 Dampak Banjir Jabar: 250 KK Mengungsi, 9 RIbu Rumah Terendam

detakhukum.com, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Provinsi Jawa Barat menyatakan sekurangnya 250 Kepala Keluarga (KK) atau 800 jiwa mengungsi akibat banjir yang melanda di lima kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin mengatakan, dari lima kecamatan, warga terdampak banjir yang mengungsi berada di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot.

“Update sampai dengan pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi mencapai 800 orang,” kata Enjang, Rabu (18/12).

Hujan deras yang mengguyur Bandung dan sekitarnya mengakibatkan Sungai Citarum meluap. Banjir terjadi di lima kecamatan Kabupaten Bandung yaitu Ciparay, Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, dan Banjaran.

Akibat banjir tersebut, sebanyak 9.597 rumah terendam. Sedangkan warga yang terdampak banjir mencapai 25.184 jiwa.

Baca juga:  Apkasi Audensi Dengan Menteri ATR/BPN Untuk Inventarisir Persoalan di Daerah

“Kondisi terakhir hingga sore tadi di Kecamatan Cileunyi berangsur normal, Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang dan Katapang masih terdapat genangan,” kata Enjang.

Genangan air, kata Enjang, bervariasi. Mulai dari 10-150 cm. Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Deden Ridwansah menyatakan pihaknya menyiagakan satu tim rescue Kampung Cigosol, Kecamatan Baleendah dalam mengantisipasi banjir yang terjadi pada Selasa (17/12) sore.

Lihat juga: Selamatkan ‘Nyawa’ Motor Pasca Terendam Banjir

“Hari ini merupakan hari kedua siaga yang dilaksanakan tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung. Tim melakukan pemantauan dengan menggunakan satu unit rafting boat,” katanya.

Sampai pukul 17.30 WIB tim SAR gabungan masih melaksanakan pemantauan dengan menggunakan rafting boat di sekitar wilayah terdampak banjir.

Baca juga:  Kemenhub Perpanjang Masa Berlaku Larangan Mudik hingga 7 Juni 2020