Bisnis  

Biografi Theodore Permadi Rachmat, Resign Dari Astra Sekarang Jadi Konglomerat

Theodore Permadi Rachmat Biografi Theodore Permadi Rachmat, Resign Dari Astra Sekarang Jadi Konglomerat

Theodore Permadi Rachmat atau yang lebih dikenal dengan nama Teddy ini merupakan seorang pengusaha yang lahir di Majalengka tahun 1943. Teddy merupakan mantan bos Astra Group yang saat ini memiliki bisnis sendiri yang bernama Triputra Group yang bergerak di berbagai sektor seperti karet olahan, batu bara, perdagangan, manufacturing, agribisnis, dealership motor dan logistik.

Teddy masuk dalam peringkat orang terkaya no.18 di Indonesia versi majalah Forbes, dengan kekayaan mencapai USD 1,4 miliar atau setara dengan Rp 20,7 triliun.

Anak Yang Cerdas Di Sekolahnya

Teddy banyak menghabiskan masa kecilnya di Bandung karena mengikuti ayahnya. Teddy kecil termasuk anak yang cerdas dan berprestasi waktu masih sekolah. Selesai SMA Teddy melanjutkan pendidikannya ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus pada tahun 1968. Teddy menjadi salah satu lulusan tercepat di jurusannya.

Baca juga:  6 Tips Dahsyat Cara Jitu Belajar Otodidak

Menjadi Sales Di PT Astra

Setelah lulus kuliah, Teddy bekerja di PT Astra, perusahaan pamannya William Soeryadjaya. Meskipun di perusahaan milik pamannya, tetapi Teddy memulai karirnya dari 0 yaitu menjadi seorang sales PT Astra.

Di Astra, Teddy fokus pada penjualan alat-alat berat. Karirnya pun naik sangat cepat dan Teddy diberi kepercayaan untuk merintis United Tractor (UT), anak perusahaan PT Astra bersama Benny Subianto. Waktu itu, Teddy mendapat predikat pegawai nomor 1 di Astra.

Menjadi Presiden Direktur Astra

Theodore Permadi Rachmat3 Biografi Theodore Permadi Rachmat, Resign Dari Astra Sekarang Jadi Konglomerat

Berkat prestasi kerjanya yang sangat baik, pada tahun 1984 Teddy dipromosikan menjadi Presiden Direktur di Astra International. Di tangan Teddy, perusahaan pamannya mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada tahun 1989, tercatat Teddy berhasil menambah anak perusahaan Astra menjadi 235 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor.

Karena kinerja dan prestasinya yang bagus, membuat pamannya memberikan porsi saham kepada Teddy sebanyak 5 persen di Grup Astra.

Baca juga:  Mau Hijrah Tapi Bingung Mulai Dari mana, Simak Berikut 7 Tipsnya

Terpaksa Melepas Sebagian Besar Saham Usaha Ayahnya

Pada tahun 1990, Teddy turut membantu mengelola bisnis ayahnya, Rafael Adi Rachmat yang bernama Adira, Teddy membesarkan bisnis ayahnya dari pinjaman yang diperoleh dari Arwin Rasyid (Bank Danamon) dan Chairul Tanjung (Bank Mega).

Pengalaman Teddy dalam mengelola Adira, tim yang hebat dan kedekatan Teddy dalam mengelola Adira membawa Adira menjadi perusahaan yang berkembang pesat. Namun sayangnya, Teddy lebih memilih untuk melepas 75% kepemilikan saham Adira kepada Bank Danamon karena Teddy merasa Adira akan lebih besar jika dibantu oleh lembaga semacam Bank. Hasil dari penjualan saham tersebut menjadi modal Teddy untuk mendirikan bisnisnya sendiri.

Pensiun Dini Dari Astra

Di tahun 1998, Teddy diangkat menjadi komisaris di Astra. Salah satu keputusan yang disesali oleh Teddy dalam perjalanan bisnisnya adalah tidak membeli Astra ketika perusahaan tersebut dihantam krisis moneter pada tahun 1998.

Baca juga:  5 Tanda Kamu Orang Yang Overthinking

Di tahun yang sama, Teddy memutuskan untuk pensiun dan mendirikan perusahaan sendiri dengan nama PT Triputra Investindo Arya. Perusahaan ini memiliki empat lini bisnis utama, yakni Agribisnis, Pertambangan, Manufaktur, serta perdagangan dan jasa. Kemampuan dan pengalaman Teddy dalam memimpin perusahaan membuat Triputra Group tumbuh dengan sangat cepat.

Gurita Bisnis Milik Triputra Group

Theodore Permadi Rachmat2 Biografi Theodore Permadi Rachmat, Resign Dari Astra Sekarang Jadi Konglomerat

Saat ini Triputra Group milik Teddy merupakan salah satu perusahaan yang paling berkembang pesat dengan nilai omset mencapai triliunan rupiah.

AgribisnisKirana Megatara Group, Sumber Energi Pangan, Triputra Agro Persada
ManufakturPT. Bina Busana Internusa, Dharma Group, Lemindo Group, Pako Group
Perdagangan & JasaAssa Rent, Daya Group, Puninar Group
PertambanganPadang Karunia Group
KeuanganTriputra Pension Fund (DAPENTRI)
YayasanYayasan Pelayanan Kasih A&A Rachmat, yang kegiatannya dalam bidang beasiswa, kesehatan, pendidikan dan berbagai jenis kegiatan sosial lainnya.

Suka Mendermakan Uangnya

Kini melalui Triputra Group, Teddy masuk dalam peringkat orang terkaya no.18 di Indonesia versi majalah Forbes, dengan kekayaan mencapai USD 1,4 miliar atau setara dengan Rp 20,7 triliun. Walaupun kaya raya, tapi ternyata Teddy suka menolong sesama.

Pada Tahun 2018, tercatat Teddy sudah mendermakan uangnya sebanyak Rp 70 miliar kepada A&A Rachmat Compassionate Service Foundation. Teddy juga sudah membangun 36 klinik kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia.