Laporkan 793 Kasus Kematian Covid-19, Korban Meninggal di Italia Capai 4.825 Orang

(AFP/ALBERTO PIZZOLI)
(AFP/ALBERTO PIZZOLI)

detakhukum.com, Roma – Pemerintah Italia baru saja mengumumkan 4.825 orang meninggal karena Covid-19, setelah adanya laporan 793 kasus kematian harian baru. 

Laporan itu merupakan peningkatan sebesar 19,6 persen. Kenaikan terbesar Negeri “Pizza” sejak wabah virus corona terdeteksi Februari. Pada Kamis (19/3/2020), Italia menyalip China sebagai negara dengan korban meninggal akibat virus dengan nama resmi SARS-Cov-2.

Selain korban meninggal, Badan Perlindungan Sipil Italia menuturkan total mereka yang terinfeksi mencapai 53.578, setelah adanya 6.557 penularan baru.

Region Lombardy yang berada di wilayah utara menjadi kawasan yang paling terdampak dengan 25.515 kasus infeksi dan 3.095 kematian. Kemudian di Perancis, kementerian kesehatan setempat mengumumkan 112 kasus fatal baru, membuat angka mereka yang meninggal mencapai 562 orang.

Selain itu dilansir Sky News Sabtu (21/3/2020), terdapat 14.459 kasus infeksi, dengan 1.525 diantaranya berada dalam kondisi serius.

Virus corona yang pertama kali terdeteksi di Wuhan akhir 2019 memaksa para dokter di Italia, Perancis, maupun Spanyol bekerja hingga ambang batas mereka.

Di ibu kota Rusia, Moskow, pemerintah bergerak cepat membangun klinik guna merawat ratusan pasien, di mana mereka bersiap menghadapi gelombang infeksi.

Adapun total berdasarkan situs Worldometer, Covid-19 menjangkiti lebih dari 304.000 dan menewaskan 13.000 orang di seluruh dunia.

Sementara lebih dari 94.000 orang dinyatakan sembuh, dengan sebagian besar korban yang berhasil pulih berasal dari China.

Virus ini rata-rata menyebabkan gejala ringan hingga menengah. Gejala parah ditemukan pada lansia yang juga mengidap kondisi medis tertentu. 

Kementerian Kesehatan Italia’ menyerukan kepada warga untuk patuh kepada peraturan, dengan taman publik ditutup di seluruh negara mulai Sabtu.

Menteri Kesehatan Roberto Speranza menyatakan, dirinya mengkhawatirkan banyak orang masih mengabaikan aturan lockdown yang diterapkan selama dua pekan terakhir. “Yang lebih penting saat ini adalah perilaku setiap individu,” kata Speranza yang menyerukan adanya “aliansi besar antara warga dan pemerintah”. 

Wali Kota Milan Giuseppe Sala, yang menjadi ibu kota Lombardy, meminta masyarakat di kotanya yang berpopulasi 1,4 juta jiwa untuk taat.

Dengan 23 persen penduduknya berusia diatas 65 tahun, Italia menjadi negara dengan populasi kedua tertua dunia setelah Jepang.

Para pakar kesehatan menyatakan, kemungkinan itu menjadi penyebab mengapa jumlah korban meninggal karena Covid-19 lebih banyak di sana daripada negara lain.

Institut kesehatan nasional (ISS) menjelaskan rata-rata mereka yang meninggal berusia 78,5 tahun, dengan korban termuda 31 tahun dan tertua 103 tahun. (kompas.com)