4 Tipe Investor Saham, Kamu Masuk yang Mana?

4 Tipe Investor Saham 4 Tipe Investor Saham, Kamu Masuk yang Mana?

Ada banyak jenis investasi di dunia dan setiap investor memiliki idenya sendiri tentang bagaimana menanggapi risiko investor. Ini juga membantu investor berinvestasi dalam produk dan mengidentifikasi produk yang sesuai dengan profil risiko mereka.

Ada dua hal yang perlu dipertimbangkan saat berinvestasi: potensi pengembalian dan risiko. Jika pemasar merasa berharga untuk berinvestasi mereka harus mempertimbangkan dua hal sebelum berinvestasi.

Pengertian Investor

Investor adalah individu atau perusahaan yang memegang dana dengan harapan mendapatkan pendapatan finansial. Investor mengandalkan berbagai mekanisme keuangan untuk menghasilkan pendapatan untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Definisi tabungan pensiun.

Sedangkan menurut para ahli investor adalah individu atau organisasi yang melakukan kegiatan investasi jangka panjang dan jangka pendek. Pengertian ini dikembangkan oleh Nasarudin dan Surya pada tahun 2004 melalui bukunya yang berjudul “Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia”

4 Tipe-Tipe Investor

Nah berikut ini ada beberapa jenis tipe investor saham versi @midascuan! Coba dicek kamu masuk yang mana.

1. Tipe Primitif

Ini adalah tipe yang beli saham asal beli saja, bar-bar. Biasanya begitu dengar tips dari youtube, ig, discord, clubhouse atau bahkan nonton berita, setelahnya bisa langsung beli atau jual saham yang disebut.

Baca juga:  6 Kategori Saham Menurut Peter Lynch yang Wajib Kamu Tahu!

Si primitif akan senang sekali jika ada influencer atau TV yang sebut sahamnya bagus. Dia akan beli dan hold erat-erat karena rekomendasi tersebut. Kalo ditanya 

“Kenapa beli sahamnya?”

“karena mau naik :D”

Bisa juga tipe ini resah dan gelisah jika saham yang dibelinya tidak naik-naik. Ketika harga sahamnya turun, yang dilakukannya adalah jual. Kalo naik, baru beli.

2. Tipe Pedagang

Ini tipe yang melihat lembaran saham sebagai barang dagangannya. Pedagang tidak tertarik untuk memiliki sebuah kebun buah, mereka lebih tertarik jualan buahnya.

Tipe seperti ini akan mempelajari tren yang lagi hot apa, dia akan beli dan jual saham tersebut. Biasanya suka dengan volatility. Timeframenya lebih pendek, beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Pedagang juga memasang stop loss dari sisi harga. Jadi kalo harganya turun sekian persen, akan langsung di cut. Take profit juga demikian, dari sisi harga, bukan value. Jadi kalo harganya naik sampai sekian persen akan dijual. Biasanya stop loss nya pedagan ini berkisar 5%-7% dan take profitnya bisa 10%-20%.

Pedagang akan senang sekali ketika harga sahamnya naik. Karena dia akan take profit dengan cepat. Ketika saham turun, yang dilakukannya pindah lapak bung. Entah ke forex, crypto, atau yang lain.

Baca juga:  Mengenal Core Stocks Dan Value Stocks, Dalam Dunia Investasi Saham

Biasanya ungkapan yang muncul dari pedagang,

“Saham A lagi bikin pennant tuh, kalo breakout kenceng!”

“Trendnya lagi turun banget sahamnya, tunggu ada reversal baru mas”

3. Tipe Detektif

Tipe ini suka mengikuti dan menelusuri transaksi yang ada. Kalau kamu pernah dengar bandarmologi, tipe detektif ini biasanya pake itu. Dia akan ngikutin transaksi dari broker summary dan mencoba mencari mana saham yang sedang diakumulasi si “bandar”.

Sebenarnya mirip seperti pedagang, fokusnya setiap lembar saham itu adalah barang dagangan.

Tapi ada beberapa yang memang bisa dan jeli melihat detail transaksi, ada juga detektif yang kebanyakan nonton teori konspirasi lalu jadi sotoy. Biasanya yang kebanyakan nonton konspirasi ini dia akan ngomong gini,

“Wah saham turun kayaknya bandar-bandar pada males lalu pindah ke crypto”

“Ini habis naik, pasti dibanting lagi biar ritel-ritel keluar. Tapi saya akan terus hold”

Dih sotoy bener dah..

Tapi kita jujur beneran salut sama yang bisa baca broker summary dan transaksi jumbo dengan benar. Ilmunya benar-benar out of the box. Salut!

4. Tipe Konglo

Tipe ini tertarik sebagai pemegang saham dari saham yang dibelinya. Tipe ini akan mempelajari seluk beluk fundamental perusahaan. Berbeda dengan pedagang buah, tipe ini lebih ingin memiliki kebun buah.

Baca juga:  Tips Investasi Ala Pengusaha Muda Kaya di Indonesia

Tidak ada hubungannya dengan modal. ketika modalnya masih kecil pun tipe ini rutin untuk menabung uangnya di saham yang bagus secara fundamental.

Tipe ini tahu bahwa harga saham di jangka pendek bisa naik dan turun, tapi dalam jangka panjang kinerja perusahaan yang bagus, harga sahamnya juga akan naik.

Tipe ini juga tidak terburu-buru, dia jeli melihat peluang apa yang ada didepan dan perusahaan apa yang diuntungkan. Sehingga bisa dibeli sahamnya.

Setelah beli saham, tipe ini akan dengan rutin menabung dan simpan sahamnya. Fluktuasi harga jangka pendek tidak jadi fokusnya. Jika melihat saham turun tapi kinerja fundamentalnya baik-baik saja, dia akan dengan senang hati membeli lebih banyak.

Kenapa bisa tidak terganggu dengan fluktuasi harga setiap hari?

“Saham itu ibarat kebun yang saya beli. Jika tiap hari ada orang nawar mau beli kebun saya, saya bodo amat lah orang saya ga mau jual. Lalu jika ada orang yang nawarin mau jual kebunnya di harga murah, saya akan beli dan menambah luas kebun saya”

Banyak orang yang kaya raya dengan memiliki mindset konglo ini. Ada juga yang dulunya miskin jadi kaya raya karena mindset ini.