VPS HOSTING
VPS HOSTING

Biografi Kartini Muljadi, Sosok Wanita Terkaya Di Indonesia

  • Bagikan
Kartini Muljadi Biografi Kartini Muljadi, Sosok Wanita Terkaya Di Indonesia

Kartini Muljadi merupakan wanita terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sebesar US$ 760 juta atau setara dengan Rp 10 triliun rupiah. Kartini Muljadi atau Fanny Kho, lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 17 Mei 1930.

Kartini merupakan sosok wanita yang sangat menginspirasi dan memiliki semangat untuk berkembang. Berkat kerja kerasnya, sekarang beliau bisa membuktikan jika wanita juga bisa sukses.

Ditinggal Ibu Kandungnya Di Usia 2 Tahun

Darah Belanda, dimiliki Kartini dari ibunya yang merupakan seorang guru. Dan ayahnya yang bekerja sebagai Kepala Pembukuan di Algemeene Nederlandsch Indische Elektriciteit Maatschappij yang sekarang bernama PLN.

Disaat Kartini kecil berusia 2 tahun, ibunya meninggal dunia. Dan sejak saat itu, Kartini diurus oleh ibu angkatnya yang merupakan seorang pedagang.

Belajar Berdagang Dan Memanfaatkan Peluang Dari Kecil

Sejak kecil, Kartini bersama saudara-saudaranya yang lain sudah ikut membantu ibu angkatnya untuk pergi ke pasar membeli kebutuhan dan bahan makanan untuk dijualnya kembali.

Melalui ibu angkatnya ini, Kartini jadi belajar bagaimana cara berdagang dan memanfaatkan peluang untuk menyambung hidup.

Sementara itu, ayahnya yang merupakan seorang akuntan mengajarkan Kartini bagaimana caranya mengatur uang, mengeluarkan uang dengan bijak dan menabung. Kartini juga belajar cara mencatat keuangan dari ayahnya.

Mendapat Ketidakadilan Di Sekolahnya

Kartini kecil bersama saudara-saudaranya masuk di sekolah khusus keturunan Belanda yang ada di Kebumen. Mereka menjadi satu-satunya murid pribumi yang ada di sekolah, sehingga sering mendapatkan ketidakadilan antara murid Belanda dan yang bukan.

Karena ketidakadilan yang didapatnya, hal ini membuat Kartini memiliki tekad yang kuat untuk memperjuangkan keadilan dan bercita-cita untuk menjadi seorang hakim.

Berkarir Kehakiman

Kartini sempat berkuliah di dua Universitas, di Surabaya dan Yogyakarta. Lalu kemudian pindah ke Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, mengambil kuliah jurusan Ilmu Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan.

Setelah menjadi sarjana pada tahun 1958, Kartini bekerja di Pengadilan Istimewa Jakarta dan menjadi salah satu hakim muda yang menangani berbagai kasus pidana, perdata dan kepailitan.

Kartini saat itu sangat memegang teguh prinsipnya untuk tidak korupsi walaupun gajinya tidak mencukupi. Karena prinsipnya yang kuat tersebut, maka Kartini dikenal sebagai hakim yang jujur dan adil.

Kembali Bangkit Dari Kesedihan Setelah Ditinggal Suami

Sayangnya, karir Kartini di Kehakiman tidak lama. Pada tahun 1973, suami Kartini meninggal dunia dan Kartini pun harus menjadi tulang punggung keluarga. Karena penghasilannya sebagai hakim tidak mencukupi, Kartini akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai hakim dan memberanikan diri mendaftar ujian negara untuk menempati jabatan notaris.

Dengan semangat dan komitmen yang dimilikinya, karir Kartini sebagai notaris pun naik dengan sangat cepat dan menjadi notaris terkenal yang memberikan layanan untuk perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia.

Menjadi Seorang Pengusaha

Di tahun 1990, Kartini memutuskan untuk pensiun sebagai notaris, kemudian mendirikan kantor pengacara dan konsultan hukum sendiri, yang bernama Kartini Muljadi & Rekan. Karena kredibilitasnya yang baik, membuat kantor konsultan miliknya tumbuh dengan sangat cepat.

Dan pada tahun 1982, Kartini mengakuisisi Tempo Scan Group yang bergerak di industri farmasi dan obat-obatan. Kesuksesan Tempo Scan Group membuat Kartini menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *