VPS HOSTING
VPS HOSTING

Malaysia Lockdown, Ratusan Warga Bengkalis Terlantar di Pelabuhan Muar

  • Bagikan
cakaplah 25hwh 51333 1 Malaysia Lockdown, Ratusan Warga Bengkalis Terlantar di Pelabuhan Muar
foto: cakaplah.com

detakhukum.com, Riau – Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis menutup sementara Pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Selat Baru untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19.

Penutupan Pelabuhan BSSR melayani rute Muar- Bengkalis dan Malaka-Bengkalis atau sebaliknya menjadi dilema sendiri bagi warga Bengkalis yang berada di Malaysia.

Sejak layanan keberangkatan ditutup, setidaknya ratusan warga Bengkalis tertahan di Pelabuhan Muar, Malaysia, Sabtu (21/3/2020).

“Lockdown pelabuhan BSSR Tanggal 21 Maret 2020. Surat dikeluarkan tanggal 20 Maret 2020.

Ketua DPD PAN Bengkalis, Syaukani mengaku mendapat telepon dari warga Bengkalis tertahan di Malaysia. Mereka tidak bisa pulang ke Bengkalis menyusul adanya keputusan penutupan Pelabuhan BSSR Selatbaru.

Melalui sambungan telepon, warga Kecamatan Bantan itu menurut Syaukani memohon pemerintah daerah membuat kebijakan agar mereka bisa pulang ke tanah air. Kebijakan ini mereka minta, di samping kondisi di Malaysia sudah darurat pandemi Corona, juga karena tenggat waktu visa mereka sudah hampir habis.

“Jika mereka tidak bisa pulang, dan kemudian tenggat waktu visa di Malaysia habis, maka akan muncul pula persoalan lain. Lebih dari itu, keputusan menutup pelabuhan yang dilakukan hanya sehari setelah surat keluar, membuat mereka lambat mengetahuinya, karena kondisi Malaysia yang lockdown, membuat segala sesuatu tidak mudah sebagaimana biasanya,” ungkap mantan anggota DPRD Bengkalis ini.

Menanggapi hal tersebut, pada pukul 09.07 WIB pagi, ia menghubungi PLH Bupati Bengkalis Bustami untuk menanyakan serta meminta kebijakan beliau dalam konteks penanganan masalah ini.

Ia tahu bahwa pemerintah Bengkalis telah melakukan segala upaya yang bisa. Ketua PAN Bengkalis ini mengapresiasi segala langkah yang sudah dilakukan.

“Namun karena mereka adalah warga kabupaten Bengkalis, maka saya berpendapat bahwa mereka perlu ditangani dengan segera,” ujarnya.

Karena itu, ia menyarankan segera dilakukan beberapa hal.

Pertama, mengambil langkah atau gunakan diskresi, karena ini merupakan kondisi darurat. Koordinasikan langkah ini dengan gubernur selaku wakil pemerintah pusat. Jika memungkinkan, buka opsi penjemputan melalui BSSR, tentu dengan tetap menyiapkan protokol penanganan COVID 19, sebagaimana mestinya, sesampainya mereka di BSSR Selatbaru.

Kedua, jika ada sebagian dari mereka yang tidak mungkin dapat dipulangkan, maka lakukan koordinasi dengan gubernur Riau untuk meminta agar Menteri Luar Negeri menghubungi pihak Malaysia, agar memberikan semacam pengampunan atau kelonggaran bagi mereka yang tenggat waktu visa-nya selesai, sampai persoalan darurat pandemi Corona, relatif teratasi, baik di Malaysia maupun di Indonesia.

“Ini sekadar saran, dan mungkin ada langkah lain yang lebih bagus yang belum terpikirkan oleh kita semua. Kita yakin semua pihak berniat baik dan sudah bekerja dengan sungguh-sungguh, baik pemerintah, maupun para pihak lainnya, dan semuanya ingin saling membantu di jalan kemanusiaan ini. Selebihnya mari kita terus melakukan ikhtiar dan berdoa, semoga pandemi ini segera berlalu, dan kita diberikan jalan menuju kebaikan bersama, aamiin, ” pungkas Syaukani lagi. (cakaplah.com)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *